
Gorontalo, 3 Juli 2024 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo. Nabila Salsabila Robot, mahasiswa dari program studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya pada ajang bergengsi International Conference on Da’wah and Islamic Communication 2024 yang bertemakan “Disability Rights and Inclusion: Challenges in Islamic Higher Education”.
Konferensi yang diselenggarakan pada tanggal 3 Juli 2024 ini dihadiri oleh para akademisi, praktisi, dan peneliti dari berbagai negara. Nabila menjadi salah satu delegasi yang diundang untuk mempresentasikan karya ilmiahnya berjudul “The Tilawah Method of Reciting the Qur’an by Sign: A Case Study of TPQ Adzan As-Sami’ Gorontalo”. Dalam penelitiannya, Nabila membahas metode inovatif yang dirancang untuk membantu anak-anak dengan disabilitas pendengaran dalam belajar membaca Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat. Penelitian ini dilakukan di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Adzan As-Sami’ Gorontalo, sebuah lembaga pendidikan yang fokus pada inklusi bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk berbagi hasil penelitian ini di forum internasional. Harapannya, metode ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya untuk lebih inklusif terhadap penyandang disabilitas,” ungkap Nabila setelah presentasinya.
Partisipasi Nabila di konferensi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi IAIN Sultan Amai Gorontalo. Keikutsertaannya mencerminkan komitmen kampus dalam mendukung mahasiswa untuk berkontribusi dalam isu-isu global, termasuk hak-hak disabilitas dan inklusi dalam pendidikan Islam.
Ketua Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir , IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Mustaqimah, MA, menyampaikan apresiasinya atas prestasi yang diraih oleh Nabila. “Kami sangat bangga dengan capaian ini. Semoga langkah ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan umat,” tuturnya. Konferensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempromosikan kesadaran akan pentingnya inklusi dan hak-hak disabilitas di lingkungan pendidikan tinggi Islam, baik di tingkat nasional maupun internasional.