Limboto,
29 September 2024 – Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerjasama dengan Aliansi Perempuan Indonesia sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Hilangkan Cemas dan Takut, Jadilah Perempuan Kuat.” Kegiatan ini berlangsung di Aula IQT Kampus 2 Limboto, dengan tujuan membantu para mahasiswi menghadapi berbagai problematika kehidupan melalui penguatan mental dan spiritual.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Dr. Sitriah Salim Utina, Ketua Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IAIN Sultan Amai Gorontalo, dan Dr. Mustaqimah, M.A., Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Kedua pemateri menyampaikan pentingnya peran spiritualitas dan pemahaman agamadalam mengatasi kecemasan dan ketakutan yang sering dihadapi oleh kaum perempuan, khususnya para mahasiswi.
Dalam pemaparannya, Dr. Sitriah Salim Utina menekankan pentingnya keseimbangan antara kesehatan mental dan spiritual. Ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki potensi luar biasa untuk menjadi individu yang kuat dan tangguh, asalkan memiliki landasan spiritual yang kokoh. “Kecemasan dan ketakutan adalah bagian dari perjalanan hidup, namun dengan penguatan iman dan spiritualitas, kita bisa menghadapi semuanya dengan lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Mustaqimah, M.A., menyoroti pentingnya dukungan lingkungan dan komunitas bagi perempuan dalam menghadapi problematika kehidupan. Ia mendorong mahasiswi untuk lebih terbuka dalam berbagi masalah dan mencari solusi melalui pendekatan religius. “Perempuan yang kuat adalah mereka yang mampu merangkul segala tantangan dengan kesabaran dan keyakinan kepada Allah,” tuturnya.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta, terutama mahasiswi yang merasa seminar ini sangat relevan dengan situasi yang mereka hadapi. Para peserta diajak untuk lebih introspektif dalam menghadapi kecemasan dan menjadikan iman sebagai sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswi untuk terus memperkuat mental dan spiritual mereka, sehingga mampu menjadi perempuan yang tangguh dan siap menghadapi segala bentuk tantangan kehidupan. [KA]