
Gorontalo, 27 September 2024 – Sebuah kegiatan kolaborasi yang melibatkan mahasiswa dari Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, BNN Kota Gorontalo. diselenggarakan pada Jumat, 27 September 2024, pukul 10:00 WITA hingga selesai, bertempat di kantor BNN Kota Gorontalo. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antar lembaga dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan agama dan pendidikan.
Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala BNN Kota Gorontalo, yang menyampaikan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam pencegahan narkoba, terutama dalam melibatkan generasi muda dan lembaga pendidikan. “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini, di mana anak magang dan mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dapat turut serta dalam memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba dengan pendekatan yang lebih humanis dan berbasis nilai agama,” ujarnya.
Selanjutnya, para peserta yang terdiri dari anak magang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan pegawai BNN mengenai berbagai upaya yang telah dilakukan dalam memerangi narkoba. Dalam diskusi ini, mereka membahas bagaimana pendekatan berbasis agama, khususnya Tafsir Al-Qur’an, dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba.
Dalam kesempatan ini, mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir juga mengadakan sesi pembekalan kepada para pegawai BNN terkait dengan bagaimana nilai-nilai agama dalam Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai benteng spiritual dari pengaruh negatif, termasuk narkoba. “Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjaga diri dari segala bentuk kerusakan, baik itu berupa fisik, mental, maupun spiritual. Narkoba jelas merusak semua aspek tersebut. Kami berharap ilmu yang kami bagikan bisa bermanfaat dalam memperkuat upaya pencegahan narkoba di Gorontalo,” ujar salah satu mahasiswa yang terlibat.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pegawai BNN Kota Gorontalo. Salah satu pegawai BNN mengatakan, “Pendekatan berbasis agama seperti yang dibawa oleh mahasiswa dan anak magang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ini sangat relevan. Kami percaya bahwa dengan memperkuat iman dan spiritualitas, kita dapat mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.”
Kegiatan kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi program-program pencegahan narkoba di masa depan, yang tidak hanya mengandalkan pendekatan kesehatan dan sosial, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai agama sebagai dasar moral dalam membentuk karakter dan kepribadian yang tangguh di kalangan generasi muda.
Dengan berakhirnya kegiatan pada siang hari, para peserta merasa mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya kerja sama antar lembaga dan bagaimana kontribusi agama dalam memerangi permasalahan sosial, terutama penyalahgunaan narkoba, semakin penting di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.