
Yogyakarta, 20 Juni 2023 – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, menjadi tuan rumah bagi International Conference on Scriptures for Peace and Humanity: Scriptural Reasoning, Contextualist Approach, and Social Reception yang berlangsung pada 20-21 Juni 2023. Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 150 peserta dari berbagai negara, yang terdiri dari Akademisi, Ulama, dan Aktivis, untuk membahas peran teks-teks agama dalam membangun perdamaian global serta menyikapi tantangan sosial dan kultural masa kini.
Acara ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai perspektif tentang bagaimana naskah-naskah suci dari berbagai tradisi agama dapat dijadikan sumber inspirasi dalam menciptakan perdamaian, dengan pendekatan scriptural reasoning, yang mendorong dialog antar agama melalui pemahaman teks-teks keagamaan secara komparatif. Konferensi ini juga menekankan pendekatan contextualist yang memandang pentingnya konteks sosial dan budaya dalam memahami ajaran agama, serta bagaimana ajaran-ajaran tersebut diterima dan diterjemahkan oleh masyarakat.
Dalam sesi pembukaan, Rektor UIN Sunan Kalijaga, mengungkapkan bahwa konferensi ini merupakan wadah penting untuk memperkuat kerjasama antar agama dan budaya demi terciptanya masyarakat yang lebih damai dan harmonis. “Dialog antar agama tidak hanya penting untuk memperluas wawasan, tetapi juga untuk memperkuat ikatan kemanusiaan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks”
Selama dua hari acara, para peserta juga terlibat dalam diskusi panel, lokakarya, dan presentasi makalah ilmiah yang membahas berbagai tema terkait peran teks-teks agama dalam memajukan kedamaian sosial, pemahaman lintas agama, dan pembangunan masyarakat yang lebih inklusif. Beberapa topik yang menarik perhatian termasuk bagaimana agama dapat berperan dalam menyelesaikan konflik sosial dan politik, serta bagaimana masyarakat dapat menerima ajaran-ajaran agama dalam kerangka nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
Konferensi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membangun pemahaman yang lebih dalam mengenai hubungan antara agama, perdamaian, dan kemanusiaan, serta mendorong kerjasama lintas agama dan budaya untuk menciptakan dunia yang lebih damai dan sejahtera.