Gorontalo – Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Litapdimas–Basis Program Studi dengan tema “Penerapan Metode Kitabah bagi Difabel Rungu/Wicara”
di Yayasan Tunarungu Hellen Wemberty Gorontalo. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jurusan dalam menghadirkan inovasi pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif dan adaptif bagi penyandang disabilitas.
Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Dr. Muhammad Khadhary, M.Ag., Dr. Khaerul Asfar, Lc., M.Th.I., Moh. Azwar Hairul, M.Ag., dan Basri, M.Hum. Para dosen memberikan pelatihan intensif mengenai penggunaan Metode Kitabah sebagai pendekatan pembelajaran Al-Qur’an berbasis tulisan yang telah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik tunarungu.

Dukungan kegiatan juga datang dari perwakilan mahasiswa Jurusan IAT, yaitu Indana Rahmatika, Rahma Amalia, dan Arif Budiman, yang membantu pendampingan praktik, fasilitasi komunikasi, serta dokumentasi kegiatan. Sementara dari unsur alumni, Nabila Salsabila Robot turut terlibat dalam penyusunan media pembelajaran dan koordinasi teknis bersama pihak yayasan.
Sekretaris Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, Dr. Khaerul Asfar, Lc., M.Th.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk tanggung jawab akademik, tetapi juga komitmen moral terhadap penyediaan akses pendidikan yang setara.
“Program ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi kelompok difabel. Metode Kitabah kami sesuaikan agar dapat digunakan oleh peserta didik dengan keterbatasan rungu/wicara. Harapan kami, inovasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh lembaga pendidikan khusus,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu dosen pendamping, Moh. Azwar Hairul, M.Ag., menegaskan bahwa pendekatan inklusif dalam pembelajaran keagamaan merupakan keniscayaan pada era sekarang.
“Pembelajaran Al-Qur’an harus dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Melalui kegiatan PKM ini, kami ingin memastikan bahwa metode pembelajaran yang ramah, adaptif, dan humanis dapat mereka rasakan langsung,” jelasnya.
Peserta didik tunarungu/wicara terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan. Tahapan pembelajaran mencakup pengenalan huruf hijaiyah berbasis tulisan, latihan penyalinan ayat Al-Qur’an, hingga evaluasi pemahaman menggunakan pendekatan visual dan isyarat. Metode ini dinilai efektif membantu peserta memahami bentuk huruf, struktur ayat, serta alur penulisan Al-Qur’an dengan lebih mudah.
Pihak Yayasan Tunarungu Hellen Wemberty menyambut baik kerja sama ini dan berharap pembelajaran dapat dilanjutkan dalam bentuk program lanjutan.
Program PKM Litapdimas–Basis Program Studi adalah kegiatan pengabdian berbasis penelitian dan pengembangan akademik yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir telah aktif menyelenggarakan berbagai program pembelajaran Al-Qur’an yang inovatif, khususnya bagi kelompok dengan kebutuhan khusus.
Kegiatan PKM di Yayasan Tunarungu Hellen Wemberty ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan khusus dalam menciptakan sistem pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif. Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian dan pengabdian masyarakat yang relevan, humanis, dan berorientasi pada kebermanfaatan.
Jurusan juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai lembaga untuk memperluas implementasi metode kitabah dan penguatan literasi Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas di Gorontalo dan wilayah Indonesia Timur. [KA]
