
Kegiatan Qur’an Camp ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta dalam mendalami Al-Qur’an, memperdalam tafsir, serta meningkatkan kualitas hafalan dengan pendekatan yang lebih intensif. Program ini tidak hanya berfokus pada penghafalan Al-Qur’an, tetapi juga memperkenalkan berbagai tafsir serta pendekatan-pendekatan dalam memahami wahyu Ilahi.
Ketua Panitia Qur’an Camp, Ustadz Ruslan Demanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi peserta agar bisa mengoptimalkan waktu di sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan meningkatkan kualitas ibadah, khususnya dalam hal membaca dan memahami Al-Qur’an. “Kami berharap peserta Qur’an Camp ini dapat merasakan kedekatan yang lebih dalam dengan Al-Qur’an, serta mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mengikuti sesi pengajian, tetapi juga diberikan waktu untuk mempraktekkan hafalan dan berdiskusi mengenai berbagai tafsir yang ada. Para pengajar yang terlibat, termasuk dosen-dosen dari Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Sultan Amai Gorontalo, turut memberikan pemahaman mendalam tentang cara-cara memahami konteks wahyu dengan pendekatan ilmiah.
Kegiatan Qur’an Camp ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus belajar dan menghafal Al-Qur’an dengan penuh ketekunan. Hal ini sejalan dengan visi Rumah Tahfidz Darul Khairat dan Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mendalam dalam spiritualitas dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Dengan keberhasilan pelaksanaan Qur’an Camp ini, diharapkan program serupa bisa terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang, guna memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Gorontalo dan sekitarnya.