Perkuat Layanan Disabilitas: Prodi IQT Mahasiswa Belajar Bahasa Isyarat bersama Komunitas Gerkatin Gorontalo

Categories:

Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif terus dilakukan oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) IAIN Sultan Amai Gorontalo. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan pelatihan bahasa isyarat yang melibatkan mahasiswa, bekerja sama dengan Komunitas Gerkatin Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 Desember 2024 dan menghadirkan Abdul Kadir Umar sebagai pemateri utama.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kapasitas mahasiswa dalam memberikan layanan yang ramah bagi penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu. Dalam konteks pendidikan tinggi keagamaan, kemampuan memahami dan menggunakan bahasa isyarat menjadi nilai tambah penting, terutama dalam upaya memperluas jangkauan dakwah dan pelayanan keagamaan yang lebih inklusif.

Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para mahasiswa tampak aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan, mulai dari pengenalan dasar bahasa isyarat hingga praktik langsung dalam berkomunikasi. Abdul Kadir Umar sebagai pemateri menyampaikan materi dengan pendekatan yang sederhana namun aplikatif, sehingga mudah dipahami oleh peserta yang sebagian besar belum memiliki pengalaman sebelumnya dalam bahasa isyarat.

Dalam penyampaiannya, Abdul Kadir Umar menekankan bahwa bahasa isyarat bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga jembatan untuk membangun empati dan kesetaraan. Ia mengajak para mahasiswa untuk melihat penyandang disabilitas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat yang memiliki hak yang sama dalam memperoleh layanan pendidikan dan keagamaan.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa Prodi IQT tentang pentingnya dakwah yang inklusif. Tidak semua umat dapat dijangkau dengan metode komunikasi konvensional, sehingga diperlukan pendekatan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang beragam. Dengan memahami bahasa isyarat, mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an kepada kelompok disabilitas secara lebih efektif.

Keterlibatan Komunitas Gerkatin Gorontalo dalam kegiatan ini memberikan pengalaman yang lebih nyata bagi peserta. Interaksi langsung dengan anggota komunitas membuka wawasan mahasiswa tentang kehidupan sehari-hari penyandang tuna rungu, termasuk tantangan yang mereka hadapi dalam mengakses informasi dan layanan publik. Hal ini sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian dan tanggung jawab sosial di kalangan mahasiswa.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Prodi IQT dalam mendukung prinsip pendidikan inklusif di lingkungan kampus. Tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa yang peka terhadap isu-isu sosial, termasuk disabilitas.

Di akhir kegiatan, para peserta mengungkapkan kesan positif dan harapan agar pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Mereka menyadari bahwa kemampuan bahasa isyarat yang diperoleh merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih luas dan bermakna.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Sultan Amai Gorontalo menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang belajar yang inklusif dan berkeadilan. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi program studi lain untuk turut mengembangkan layanan pendidikan yang ramah bagi semua kalangan, tanpa terkecuali.