PRODI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR GELAR DUA SESI WEBINAR INTERNASIONAL TENTANG PERDAMAIAN DUNIA

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerjasama dengan Universitas Malaya dan AIOU Islamabad Pakistan dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung  menggelar “Internasional Webinar bertemakan “The Role of Muslim to World Peace” melalui aplikasi zoom dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube IAIN SA Official dan Mitra Paranti Mediatama.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua chapter yang pertama “The Role of Muslim in Qur’an and Hadis Perspective”. Adapun yang menjadi narasumber adalah Prof. Dr. Anthon Athoillah, MA (UIN Sunan Gunung Djati Bandung), Dr. Abd Karim Miqdad (Univertisy of Tunisia), Dr. Aden Rosadi (UIN Sunan Gunung Djati Bandung), dan Dr. Mustaqimah, MA (Ketua Jurusan IQT) Senin (27 Juli 2020).

Dan 2nd Chapter dengan tema “The Role Of Muslim on Multiple Perspective” dengan narasumber Prof. Dr. Mohd Roslan Mohd Nor (University of Malaya), Muhammad Akram Hurer, Ph.D (AIOU Islamabad), Dr. Mohammad Atif Islam Rao (University of Karachi), Dr. Muhammad Obie, M.Hum (IAIN Sultan Amai Gorontalo).

Wakil Pembantu Rektor I menyampaikan Welcoming Speech menyatakan bahwa pentingnya isu-isu dikemukakan oleh para akademisi sebagai bentuk counter terhadap islamophobia. Islam yang sebagai citra “Rahmatan li al-’Alamin” seringkali tertutup oleh perilaku terrorism segelinter oknum. Oleh karena itu pendekatan secara normatif (al-Qur’an dan Hadis) dan historis akan membuka paradigma terhadap konsep islam yang ramah.

Prof Anton Athoillah, MA selaku pembicara pembuka dalam webinar 1st chapter  mengutarakan tentang pentingnya penelusuran mendalam tentang Piagam Madinah yang patut dicontohi sebagai landasan konstitusi sekaligus pengikat nilai dan norma  dalam masyarakat.

Sementara Prof. Roslan Nor menyampaikan materi The Classic and Contemporary History Perspective  on  World Peace bahwa aksi kekerasan hampir terjadi di setiap agama. Oleh karena itu dialog antara agama menjadi penting dilakukan adanya kesalahpahaman bahwa kelompok ekstremis yang kerap melakukan kekerasan dianggap berkorelasi dengan agama tertentu, terutama islam yang kerap masuk dalam wacana global. (Selasa, 4 Agustus 2020).